Sabtu, 18 Februari 2017

Review Film Korea "The Beauty Inside" 2015: Karna Cinta Nggak Mandang Rupa, tapi Ketulusan

Gimana rasanya ketika muka lo ganti-ganti tiap hari? Itu yang dirasain pemeran utama di film The Beauty Inside yang tokohnya bernama Kim Woo Jin. Dia ganti wajah dari laki-laki jadi perempuan, dari anak-anak sampai manula. Dia berganti wajah setiap ia bangun dari tidurnya. Ketika dia menjalani hidup sendirian dan merasa nyaman dengan itu semua, ia justru jatuh hati pada seorang gadis bernama Yi Soo. Kalo kasarannya sih ga bakal ada yang mau punya pacar yang mukanya ganti-ganti tiap hari, syok jugalah ketemu sama wajah asing, tiap hari lagi, apalagi kita nggak tahu besok dia bisa berubah jadi seperti apa.
Singkat cerita ceweknya bisa nerima kekurangan dia, jadi mereka bisa sama-sama saling mencintai dan berbagi kebahagiaan. Tapi Kim Woo Jin mulai serakah, ia naif. Menginginkan Yi Soo berada terus disisinya, ia melamar Yi Soo tanpa tahu bahwa sulit hidup dengan orang aneh yang berganti wajah setiap hari, belum lagi harus menjelaskan ke keluarga Yi Soo terkait keadaan pacarnya yang tak normal itu, lalu pendapat orang-orang sekitar tentang dirinya dan Kim Woo Jin, ia sungguh tak siap.  Kim Woo Jin mencoba untuk mengerti, namun ia menyadari saking stressnya Yi Soo ngadepin dia, Yi Soo meminum obat tidur dan sering ke psikiater.
Gue kasihan sama Yi Soo, tapi jujur gue juga kasihan sama Kim Woo Jin… ia juga membenci dirinya yang dia anggap aneh dan seperti monster, pernah ia mencoba nggak tidur agar wajahnya nggak berubah, namun itu hanya bertahan dalam beberapa hari dan selanjutnya kembali seperti semula, wajahnya selalu berganti.
Sampai akhirnya ia sadar bahwa mencintai tidaklah cukup. Ia harus berkorban, merelakan Yi Soo untuk kembali hidup normal layaknya gadis pada umumnya. Kim Woo Jin nggak pernah meminta untuk terlahir seperti itu, tapi memang ia harus melewati semua itu.

Sorry kalo gue spoiler, akhir cerita dikemas menjadi happy ending. Tapi point saat gue menonton film itu adalah takdir memang nggak bisa dirubah, tapi percayalah cinta tetap ada, dan akan selalu ada. Cinta yang tulus itu adalah cinta yang mau mengalah demi orang yang dia sayang. Ini nggak bullshit, karena kalo lo emang beneran cinta setidaknya lo nggak akan pengen ngeliat dia menderita. Cinta juga ngajarin lo untung saling mengalah, maksudnya disini adalah ketika lo benar-benar mencintainya dan tahu bahwa ia menderita lo bakal rela mengalah sama perasaan lo dan pergi ninggalin dia untuk buat dia kembali tersenyum dan nggak tersiksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar