Gimana rasanya
ketika muka lo ganti-ganti tiap hari? Itu yang dirasain pemeran utama di film The Beauty
Inside yang tokohnya bernama Kim Woo Jin. Dia ganti wajah dari laki-laki
jadi perempuan, dari anak-anak sampai manula. Dia berganti wajah setiap ia
bangun dari tidurnya. Ketika dia menjalani hidup sendirian dan merasa nyaman
dengan itu semua, ia justru jatuh hati pada seorang gadis bernama Yi Soo. Kalo kasarannya
sih ga bakal ada yang mau punya pacar yang mukanya ganti-ganti tiap hari, syok
jugalah ketemu sama wajah asing, tiap hari lagi, apalagi kita nggak tahu besok
dia bisa berubah jadi seperti apa.
Singkat cerita
ceweknya bisa nerima kekurangan dia, jadi mereka bisa sama-sama saling
mencintai dan berbagi kebahagiaan. Tapi Kim Woo Jin mulai serakah, ia naif. Menginginkan
Yi Soo berada terus disisinya, ia melamar Yi Soo tanpa tahu bahwa sulit hidup dengan
orang aneh yang berganti wajah setiap hari, belum lagi harus menjelaskan ke
keluarga Yi Soo terkait keadaan pacarnya yang tak normal itu, lalu pendapat
orang-orang sekitar tentang dirinya dan Kim Woo Jin, ia sungguh tak siap. Kim Woo Jin mencoba untuk mengerti, namun ia
menyadari saking stressnya Yi Soo
ngadepin dia, Yi Soo meminum obat tidur dan sering ke psikiater.
Gue kasihan sama
Yi Soo, tapi jujur gue juga kasihan sama Kim Woo Jin… ia juga membenci dirinya
yang dia anggap aneh dan seperti monster, pernah ia mencoba nggak tidur agar
wajahnya nggak berubah, namun itu hanya bertahan dalam beberapa hari dan
selanjutnya kembali seperti semula, wajahnya selalu berganti.
Sampai akhirnya
ia sadar bahwa mencintai tidaklah cukup. Ia harus berkorban, merelakan Yi Soo
untuk kembali hidup normal layaknya gadis pada umumnya. Kim Woo Jin nggak pernah
meminta untuk terlahir seperti itu, tapi memang ia harus melewati semua itu.
Sorry kalo gue
spoiler, akhir cerita dikemas menjadi happy
ending. Tapi point saat gue menonton film itu adalah takdir memang nggak
bisa dirubah, tapi percayalah cinta tetap ada, dan akan selalu ada. Cinta yang
tulus itu adalah cinta yang mau mengalah demi orang yang dia sayang. Ini nggak bullshit, karena kalo lo emang beneran
cinta setidaknya lo nggak akan pengen ngeliat dia menderita. Cinta juga
ngajarin lo untung saling mengalah, maksudnya disini adalah ketika lo
benar-benar mencintainya dan tahu bahwa ia menderita lo bakal rela mengalah
sama perasaan lo dan pergi ninggalin dia untuk buat dia kembali tersenyum dan
nggak tersiksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar