Jumat, 07 November 2014

Pelangi Sehabis Hujan



Kita lucu ya? Apa cuma aku yang lucu? Lucu karena terus mengejar kamu. Menurut aku itu adalah hal terkonyol yang pernah aku lakukan. Kamu tau gimana rasanya pengen tampil cantik di hadapan kamu tapi boro-boro kamu mandang, lihat ke arah aku aja nggak. Apa sesulit itu cuma pengen ngomong “Selamat hari Minggu.”?
Tanpa sadar motivasiku untuk beribadah adalah untuk melihat kamu. Tapi tahukah kamu semua yang kulakukan itu? Sadarkah dirimu? Dalam doa bersama Tuhanku aku selalu memohon untuk bisa dekat denganmu, berharap kamu membuka tanganmu lebar-lebar dan menyambut aku. Tapi apa nyatanya? Kau justru terus mengabaikanku sampai akhirnya aku gelap mata terhadap Tuhan.
Namun, seiring dengan umurku yang bertambah aku mulai sadar bahwa sebuah perasaan tidak bisa dipaksakan. Mungkin memang dari awal caraku salah mendekatimu. Beribadah hanya untuk melihatmu, bukannya untuk mendekatkanku kepada Tuhanku. Caraku telah salah dari awal.
Mungkin hari-hariku di Malang ini akan kuisi dengan segala hal yang positif. Atau aku memilih menghabiskan kembali waktuku untuk hal-hal yang tidak penting. Tapi masalahnya aku, sebagai gadis berumur 17 tahun akan memilih untuk menjalani hidup dengan melakukan hal-hal yang positif. Tak masalah aku jauh dari rumah, keluarga, sahabat, dan teman-teman. Karena aku percaya bahwa Tuhan pasti memberikanku malaikat bergelar sahabat juga disini. Yang akan menemani waktu luangku, waktu sedihku, waktu gembiraku. Yang selalu ada untukku.
Jika memang saat itu tiba, aku berharap diriku ini bisa melepasmu. Cinta monyetku, cinta pertamaku, cinta bertepuk sebelah tanganku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar