Kita lucu ya? Apa cuma aku yang lucu? Lucu karena terus
mengejar kamu. Menurut aku itu adalah hal terkonyol yang pernah aku lakukan. Kamu
tau gimana rasanya pengen tampil cantik di hadapan kamu tapi boro-boro kamu
mandang, lihat ke arah aku aja nggak. Apa sesulit itu cuma pengen ngomong “Selamat
hari Minggu.”?
Tanpa sadar motivasiku untuk beribadah adalah untuk melihat
kamu. Tapi tahukah kamu semua yang kulakukan itu? Sadarkah dirimu? Dalam doa
bersama Tuhanku aku selalu memohon untuk bisa dekat denganmu, berharap kamu
membuka tanganmu lebar-lebar dan menyambut aku. Tapi apa nyatanya? Kau justru
terus mengabaikanku sampai akhirnya aku gelap mata terhadap Tuhan.
Namun, seiring dengan umurku yang bertambah aku mulai sadar
bahwa sebuah perasaan tidak bisa dipaksakan. Mungkin memang dari awal caraku
salah mendekatimu. Beribadah hanya untuk melihatmu, bukannya untuk
mendekatkanku kepada Tuhanku. Caraku telah salah dari awal.
Mungkin hari-hariku di Malang ini akan kuisi dengan segala
hal yang positif. Atau aku memilih menghabiskan kembali waktuku untuk hal-hal
yang tidak penting. Tapi masalahnya aku, sebagai gadis berumur 17 tahun akan
memilih untuk menjalani hidup dengan melakukan hal-hal yang positif. Tak masalah
aku jauh dari rumah, keluarga, sahabat, dan teman-teman. Karena aku percaya
bahwa Tuhan pasti memberikanku malaikat bergelar sahabat juga disini. Yang akan
menemani waktu luangku, waktu sedihku, waktu gembiraku. Yang selalu ada
untukku.
Jika memang saat itu tiba, aku berharap diriku ini bisa
melepasmu. Cinta monyetku, cinta pertamaku, cinta bertepuk sebelah tanganku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar